VARIABILITAS JAWABAN RESPONDEN LANSIA KOGNISI NORMAL TERHADAP UJI FUNGSI OLFAKTORI

Angela Ellena Citralestari, Josephine Retno Widayanti, Nelly Tina Widjaja, Yuda Turana

Sari


Latar Belakang: Penurunan fungsi olfaktori merupakan indikator awal pada penyakit neurodegeneratif, seperti Alzheimer dan Parkinson. Saat ini, telah dikembangkan sebuah  instrumen tes fungsi olfaktori menggunakan sepuluh aroma familiar dengan pilihan jawaban di Jakarta.  Tes fungsi olfaktori menggunakan bantuan pilihan jawaban lebih baik daripada jawaban bebas, namun pada sepuluh aroma tersebut belum ada standarisasi pilihan jawaban.

Tujuan: Untuk mengetahui kemungkinan jawaban yang diberikan pada pemeriksaan fungsi olfaktori dan menyempurnakan pilihan jawaban yang ada pada instrumen.

Metode: Deskriptif cross-sectional, dilakukan di Kelurahan Kalianyar, Jakarta terhadap delapan puluh lima responden yang dipilih secara acak.

Hasil: Pada penelitian didapatkan aroma jeruk memiliki variabilitas jawaban terbanyak, minyak tanah memiliki variabilitas jawaban paling sedikit. Dengan responden yang mayoritasnya berpendidikan rendah, aroma kayu putih, minyak tanah, dan coklat merupakan aroma dengan persentase jawaban benar paling banyak, sedangkan pandan dengan persentase jawaban benar yang paling sedikit.

Kesimpulan: Penelitian ini menemukan bahwa terdapat variabilitas jawaban terhadap sepuluh aroma yang diberikan.


Kata Kunci


aroma, lansia, uji fungsi olfaktori

Teks Lengkap:

PDF (English)

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Damianus Journal of Medicine

School of Medicine - Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Lukas Bld., Room L-401, Pluit Raya 2, North Jakarta 14440

Phone: +62 21 669 4366, 669 3168 ext 252

e-mail: damianusjmed@atmajaya.ac.id

p-ISSN: 2086-4256