KOINFEKSI TUBERKULOSIS PADA SEORANG PENYANDANG MORBUS HANSEN

Regina Regina, Lorettha Wijaya

Sari


Pendahuluan: Morbus Hansen (MH) dan Tuberkulosis (TB) berturut-turut disebabkan oleh Mycobacterium leprae dan Mycobacterium tuberculosis. Kejadian kedua infeksi timbul secara bersamaan jarang ditemukan, biasanya terjadi pada pasien-pasien imunokompromais.

Kasus: Seorang perempuan berusia 23 tahun didiagnosis menderita MH, TB paru, TB kelenjar getah bening dan skrofuloderma berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan laboratoris. Tidak didapatkan riwayat konsumsi obat-obat imunosupresan ataupun transplantasi organ. Tes gula darah normal dan tes HIV negatif, meskipun dijumpai penurunan berat badan sekitar 20 kg dalam 11 bulan terakhir. Penatalaksanaan yang diberikan adalah Rifampisin 600 mg/hari, Ofloksasin 400 mg/hari, Isoniazid 400 mg/hari + vitamin B6 10 mg/hari, dan Etambutol 750 mg/hari. Setelah 2 minggu terapi pasien memperlihatkan perbaikan klinis.

Kesimpulan: Koinfeksi MH dan TB terjadi pada kasus ini. Faktor predisposisi kejadian tersebut belum dapat ditemukan. Rejimen terapi TB paru dan ekstrapulmonal memberi perbaikan klinis pada lesi skrofuloderma maupun MH setelah 2 minggu.

Kata Kunci


morbus Hansen, penurunan berat badan, skrofuloderma. tuberkulosis paru, tuberkulosis kelenjar getah bening

Teks Lengkap:

PDF (English)

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Damianus Journal of Medicine

School of Medicine - Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Lukas Bld., Room L-401, Pluit Raya 2, North Jakarta 14440

Phone: +62 21 669 4366, 669 3168 ext 252

e-mail: damianusjmed@atmajaya.ac.id

p-ISSN: 2086-4256