Gangguan Tidur pada Pasien Kanker Payudara di Rumah Sakit Dharmais Jakarta

Linawati Hananta, Stella Benita, Jimmy Barus, Fitria Halim

Sari


Latar Belakang: Kanker payudara merupakan penyebab kematian tertinggi pada wanita di seluruh dunia. Pada stadium awal, sering tidak diketahui keberadaannya karena bersifat asimptomatik. Beberapa hal yang berhubungan dengan kanker payudara, yaitu terapi kanker yang harus dilewati pasien, dan efek samping dari terapi (yang dapat menyebabkan rasa tidak nyaman pada pasien dan menyebabkan gangguan tidur).

Tujuan: Mengetahui prevalensi gangguan tidur serta hubungan antara faktor risiko dan gangguan tidur pada pasien kanker payudara.

Metode: Penelitian menggunakan studi potong lintang dengan pendekatan deskriptif analitik pada 73 pasien kanker payudara di Rumah Sakit Dharmais. Kriteria inklusi: pasien kanker payudara yang sedang rawat inap atau rawat jalan, serta bersedia berpastisipasi dalam penelitian.

Hasil: Sebanyak 67,1% responden mengalami gangguan tidur. Pasien kanker payudara yang mengalami depresi berisiko 4,4 kali untuk menderita gangguan tidur dibandingkan pasien yang tidak depresi (p=0,024); sedangkan pasien yang merasakan nyeri berisiko 3,9 kali untuk menderita gangguan tidur dibandingkan yang tidak merasakan nyeri (p=0,017). Namun, tidak terdapat hubungan bermakna antara stadium kanker payudara (p=0,396), onset penyakit (p=0,678), dan ansietas (p=0,223) dengan gangguan tidur pada pasien kanker payudara.

Kesimpulan: Prevalensi gangguan tidur pada pasien kanker payudara sebesar 67,1% dan berhubungan bermakna terhadap depresi dan nyeri.

Kata Kunci


Ansietas, depresi, gangguan tidur, kanker payudara, nyeri

Teks Lengkap:

PDF (English)

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Damianus Journal of Medicine

School of Medicine - Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Lukas Bld., Room L-401, Pluit Raya 2, North Jakarta 14440

Phone: +62 21 669 4366, 669 3168 ext 252

e-mail: damianusjmed@atmajaya.ac.id

p-ISSN: 2086-4256