Pengaruh Kurangnya Jumlah Jam Tidur terhadap Perubahan Kadar Gula Darah pada Mahasiswa Preklinik Fakultas Kedokteran Unika Atma Jaya

Zita Arieselia, Yenna Tasia, Poppy K Sasmita

Sari


Pendahuluan: Kurangnya jumlah jam tidur adalah suatu hal yang wajar bagi masyarakat zaman sekarang dikarenakan mereka ingin memaksimalkan waktu mereka untuk dapat melakukan semua aktivitasnya. Sementara itu tidur diperlukan untuk mengembalikan proses biokimia atau fisiologis yang menurun ke keadaan semula. Terdapat beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa kekurangan tidur kronis dapat meningkatkan risiko obesitas, penyakit kardiovaskular, dan peningkatan kadar gula darah, yang dapat berlanjut menjadi diabetes tipe 2.

Tujuan: Penelitian ini merupakan studi pendahuluan untuk mengetahui efek berkurangnya jam tidur terhadap perubahan kadar gula darah.

Metode: Mengukur kadar gula darah puasa dan kadar gula darah 2 jam setelah oral glucose tolerance test (OGTT) pada 18 mahasiswa preklinik Fakultas Kedokteran Unika Atma Jaya dalam keadaan cukup tidur (7 jam atau lebih) dan kurang tidur (kurang dari 7 jam) selama 2 malam. Data dianalisis menggunakan uji t berpasangan untuk melihat apakah kekurangan tidur selama 2 malam menyebabkan perubahan pada kadar gula darah puasa dan kadar gula darah 2 jam setelah OGTT.

Hasil: Kadar gula darah puasa dan kadar gula darah 2 jam setelah OGTT meningkat setelah kekurangan tidur (kurang dari 7 jam) selama 2 malam.

Kesimpulan: Kekurangan tidur parsial selama 2 malam menyebabkan peningkatan kadar gula darah puasa dan kadar gula darah 2 jam setelah OGTT.

Kata Kunci


aktivitas sistem saraf simpatis, kadar gula darah, kortisol, kurang tidur, leptin, utilisasi glukosa

Teks Lengkap:

PDF (English)

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Damianus Journal of Medicine

School of Medicine - Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Lukas Bld., Room L-401, Pluit Raya 2, North Jakarta 14440

Phone: +62 21 669 4366, 669 3168 ext 252

e-mail: damianusjmed@atmajaya.ac.id

p-ISSN: 2086-4256