Etika Partisipasi sebagai Basis Etis-politis Tindakan Politis Warga Negara

Alexander Aur

Abstract


ABSTRAK: Berbagai persoalan sosial-politik yang mengancam kepentingan umum dan menghambat tercapainya kebaikan bersama, masih terus terjadi di negara Indonesia. Di hadapan berbagai persoalan yang demikian, warga negara sering kali tidak peduli. Ketidakpedulian warga negara mengakibatkan peningkatan jumlah persoalan. Oleh karena itu, warga negara perlu diinjeksi dengan etika partisipasi supaya memliki basis etis-politis untuk bertindak secara politis sebagai warga negara, terutama untuk mengatasi persoalan-persoalan sosial politik yang menghambat terpenuhinya kepentingan publik dan kebaikan bersama. Aristoteles dan Karol Wojtyla adalah pemikir-pemikir yang menggagas etika partisipasi sebagai basis etis-politis bagi warga negara. Internalisasi dan pembiasaan etika partisipasi oleh warga negara Indonesia, dapat menggerakkan dan mendorong warga negara terlibat aktif dalam mencegah dan menyelesaikan berbagai persoalan sosial-politik di negeri ini.

KATA KUNCI: Etika partisipasi, basis etis-politis, ruang publik politis, tindakan politis

ABSTRACT: Various socio-political issues that threaten public interest and hinder the achievement of common good continue to occur in Indonesia. In facing such problems, citizens often do not care. Citizens’ indiff erence results in an increase in the number of problems. Th erefore, citizens need to be equiped with an ethics of participation in order to have an ethical-political basis to act politically as citizens, especially to overcome social and political problems that hinder the fulfi llment of public interests and the common good. Aristotle and Karol Wojtyla were thinkers who initiated the ethics of participation as an ethical-political basis for citizens. Internalization and habituation of the ethics of participation by Indonesian citizens can encourage citizens to be actively involved in preventing and resolving various socio-political problems in this country.

KEYWORDS: Ethics of participation, ethical-political basis, political publics sphere, political action.


References


Aristotles, Politics, Book III, “Th e Citizen, civic virtue, and the civic body” (Translated by Benjamin Jowett), New York, Th e Modern Library, 1943.

Budi Hardiman, F., Pemikiran Modern dari Machiavelli sampai Nietzsche, Yogyakarta,

Kanisius, 2019.

Budi Hardiman, F., (Ed.), Ruang Publik: Melacak “Partisipasi Demokratis” dari Polis sampai Cyberspace, Yogyakarta, Kanisius, 2010.

Keladu Koten, Yosef, Partisipasi Politik-Sebuah Analisis atas Etika Politik Aristoteles, Maumere, Penerbit Ledalero, 2010.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Laporan Akhir Tahun 2017, Jakarta, KPK, 2017.

Lembaga Survei Nasional, Laporan Temuan Survei Nasional 16-22 Agustus 2017 tentang Korupsi, Religiusitas, dan Inteleransi, Jakarta, LSI, 2017.

Magnis-Suseno, Franz, Kuasa dan Moral, Jakarta, Gramedia, 2001.

Peschke SVD, Karl-Heinz. Etika Kristiani Jilid IV-Kewajiban Moral dalam Hidup Sosil, Maumere, Penerbit Ledalero, 2003.

Priyono, AE dan Usman Hamid (Ed.), Merancang Arah Baru Demokrasi Indonesia PascaReformasi, Jakarta, KPG Kepustakaan Populer Gramedia, 2014.

Setyo Wibowo, A., Paideia: Filsafat Pendidikan-Politik Platon, Yogyakarta, Kanisius, 2017.

Yayasan Tifa, Kesetaraan dalam Perbedaan-Laporan Tahunan Yayasan Tifa 2017, Jakarta, Yayasan Tifa, 2017.

Wojtyla, Karol (Paus Yohanes Paulus II), Th e Acting Person, Dordrecht, Hollan, D. Reidel Publishing Company, 1976.

Wolf, Jonathan, An Introduction to Political Philosophy, New York, Oxford University Press, 2006.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.